Nama: Dr,Udisubakti Ciptomulyono M. Eng. Sc E-Mail: ciptomulyono@ie.its-sby.edu Saya asal dari Jawa Timur dan saya 43 [ p ]. Fakultas saya: Jurusan Teknik Industri FTI Kampus saya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Di daerah: Surabaya Propinsi: Jawa Timur Homepage Kampus: http:// Saran: Memperhatikan "kesantaian" para mahasiswa di lingkungan kampus sudah sangat menyedihkan. Berbagai sudut kampus mahasiswa bergerorombol hanya bermain kartu dan sms di masing-masing HP. Kesadaran bahwa tantangan globalisasi didepan mata, semangat kompetitif yang gigih hanya wacana dan tak perlu ditakuti. Kenyataan sosial berkata lain, yang serba "menerabas" dipuja dan diminati (AFI, American idol), nilai konsumerisme dan hedonisme merajalela, rendahnya penghargaan terhadap guru/dosen, tayangan TV yang menjual mimpi dan lagak, penyakit sosial dan atitude yang buruk menjadi sandaran nilai-2 baru bagi mahasiswa disisi yang lain ideologi ekstrimisme berkembang pesat. Kampus tidak bisa hidup dalam ruang yang kosong dan steril. Penyakit sosial masyarakat yang kontra produktif dan anti kemajuan berkelanjutan (westernisasi, banalisasi ketidak-disiplinan) berpengaruh menciptakan nilai-2 kampus dan mengimbas kedalam kehidupan mhswa. Kita perlu banyak model, bahkan "critical mass", champion yang memberi contoh bahwa sebenarnya pemenang kehidupan yang sejati bisa diperoleh dengan kehidupan yang kerja keras, jujur, tekun, berdedikasi, ulet dan bernalar akademis, berbudi dan bermartabat serta memasang harga diri lebih tinggi dibanding kenikmatan kebendaan atau keduniawian. Kita menginginkan masyarakat luas berubah budaya dan paradigma. Mungkinkah perguruan tinggi memiliki keberdayaan untuk bisa merubah semuanya?? Karena PT sendiri sbg sub sistem yang paling lemah, tidak berdaya dalam segi apapun dalam kancah kemasyarakatan indonesia masa kini, yang justru perlu diberdayakan terlebih dahulu sebelum memberdayakan masyarakat. Quo va dis PT ??? Tanggal: 06/12/2004
|